Artikel Islam

Download e-Book "Intisari Kaidah Dasar Ilmu Nahwu" (Jilid 1)

Akhi... Ukhti... -Rahimakumullahu- yang kami cintai karena Allah -'Azza Wa Jalla-

Diantara metode para penyeru kebi'ahan dalam menyesatkan kaum muslimin, yaitu dengan memanfaatkan ketidaktahuan kaum muslimin akan bahasa arab. Sebagaimana yang telah dilakukan para penyeru kebid’ahan dari kalangan Jahmiyyah, yang mana mereka menolak sifat Allah Ta’ala Yang Maha Berbicara. 


Orang-orang Jahmiyyah menyusupkan aqidah mereka yang menyimpang tersebut dengan mengganti hukum i’rob lafadz jalalah الله yang harusnya marfu’ menjadi manshub pada surat an-Nisa ayat ke-164


Harusnya dibaca :


وَكَلَّمَ ٱللَّهُ مُوسَىٰ تَكْلِيمًا


akan tetapi dibaca : 


وَكَلَّمَ ٱللَّهَ مُوسَىٰ تَكْلِيمًا



Kemudian diantara metode lainnya yaitu dengan menyisipkan prinsip-prinsip aqidah mereka yang menyimpang ke dalam kaidah-kaidah bahasa arab, sebagaimana yang ditelah dijelaskan oleh imam ibnul Qayyim -rahimahullahu- di dalam kitab I'lamul Muwaqi'in, bahwasanya ahlul bid’ah dari kalangan Mu’tazilah menyusun kaidah-kaidah ilmu nahwu dengan menyisipkan prinsip-prinsip aqidah mereka yang bathil.



Dan ada juga sebuah kisah yang ma’ruf di kalangan thullabul ‘ilm, yang mana diriwayatkan oleh Ibnu Abi Malikah , bahwasanya Khalifah Umar bin Khattab -Radiyallahu ‘anhu- pernah menegur seorang arab badui yang salah membaca surah at-taubah ayat ke-3 [1], 


harusnya dibaca


أَنَّ ٱللَّهَ بَرِىٓءٌ مِّنَ ٱلْمُشْرِكِينَ ۙ وَرَسُولُهُۥ 


"Sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya berlepas diri dari orang-orang musyrik"


Akan tetapi dibaca :


أَنَّ ٱللَّهَ بَرِىٓءٌ مِّنَ ٱلْمُشْرِكِينَ ۙ وَرَسُولِهُۥ


"Sesungguhnya Allah berlepas diri dari orang-orang musyrik Rasul-Nya"



Kesalahan satu harakat pada lafadh وَرَسُولُهُ  dapat menyebabkan seseorang terjatuh kepada kekufuran.



————————————

Dari pada itulah, sudah sepatutnya kita memulai mempelajari bahasa arab agar tidak terjebak syubhat para penyeru kebathilan, mengingat al-Qur’an, as-Sunnah, dan kitab-kitab para ‘ulama Ahlus Sunnah semuanya menggunakan Bahasa arab. 


Sahabat Nabi yang mulia, Umar bin Khattab -Radiyallahu ‘anhu- pernah memberikan komentar yang dicatat dengan tinta emas terkait urgensinya mempelajari bahasa arab;


تَعَلَّمُوْا العَرَبِيَّةَ فَإِنَّهَا مِنْ دِيْنِكُمْ


"Pelajarilah Bahasa Arab karena ia bagian dari agama kalian"



————————————— 


Kami mempersembahkan kepada kaum muslimin e-Book “Intisari Kaidah Dasar Ilmu Nahwu” - Jilid 1.


DOWNLOAD :



Hak cipta milik Allah -‘Azza Wa Jalla-, silahkan disebarkan luaskan


Baarakallahu Fiikum.


-----------

[1] - Demi menjaga amanat ilmiah, riwayat kisah ini dinilai dhaif (bahkan maudhu') oleh Syaikh  Faishal bin 'Abid di dalam risalah disertasi beliau di Universitas Ummul Qura, Makkah



══ ¤❁✿❁¤ ══

Surabaya Mengaji


Instagram: bit.ly/IGsurabayamengaji

YouTube: bit.ly/YTsurabayamengaji

Telegram: t.me/surabayamengaji

Website: surabayamengaji.com